-->

Pahami Dulu Bedanya Baru Tentuin Mending Reseller atau Dropship ya ?

    Halo para pejuang olshop kali ini kita akan membahas tentang reseller dan dropship nih. Di jaman yang makin hari makin canggih ini memang segala aktivitas baik itu ekonomi hingga pendidikan sudah mengakomodasi teknologi sehingga kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman ini. Sistem penjualan yang dulunya hanya dilakukan di pasar sekarang sudah beralih ke pasar online atau sering kita sebut dengan istilah market place. Nah dengan adanya pergeseran sistem penjualan ini banyak istilah-istilah baru yang mungkin saja pejuang bisnis disini ada yang belum memahaminya.

    Online shop atau penjualan online adalah istilah yang sering digunakan bagi seseorang yang melakukan penjualan atau pembelian secara online. Disini penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung dan transaksi dapat dilakukan tanpa terbatas ruang dan waktu sehingga penjualan dengan sistem ini memang pengaruhnya sangat besar terhadap jangkauan pasar. Selain itu ada istilah lain seperti reseller dan dropship yang juga sering digunakan dalam dunia olshop saat ini. Sebelum kamu bisa menentukan mau jadi reseller atau dropship yuk kenali lebih dalam maksud dan perbedaan mekanisme dari reseller dan dropship berikut ini :

8 Perbedaan Reseller dan Dropship yang wajib kamu ketahui :

Mending Reseller atau Dropship
  1. Dari Sudut Pengertian

Apa itu reseller ? Arti reseller adalah seseorang yang melakukan pembelian suatu barang kepada agen atau produsen dengan tujuan dijual kembali dan mendapatkan keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga beli produk. Selain itu dilihat dari segi kata-kata yang digunakan dimana “re” dalam bahasa inggris artinya kembali dan “seller” artinya penjual sehingga reseller adalah seseorang atau badan usaha yang membeli produk untuk dijual kembali.

Sedangkan arti dropship adalah sistem pemasaran yang memungkinkan seseorang untuk menjadi penjual tanpa harus menimbun persediaan. Penjual dapat memasarkan produk yang ingin dijual dan jika ada konsumen yang tertarik untuk memesan maka barulah barang tersebut didatangkan. Dropship beda dengan dropshiper, dropship sistem penjualannya sedangkan dropshiper adalah pelaku usaha yang menjalankan sistem dropship.

  1. Modal Usaha

Dilihat dari sisi modal usahanya sistem reseller membutuhkan modal awal yang digunakan untuk membeli barang persediaan yang ingin dijual kembali. Modal yang dibutuhkan berbeda-beda tergantung dari jenis barang dan volume persediaan yang dibutuhkan. Namun satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa semakin banyak produk yang kamu beli dan kualitasnya bagus maka kebutuhan modal yang kamu butuhkan untuk menjadi resellerpun besar.

Berbeda halnya dengan dropship dimana kamu tidak membutuhkan modal untuk menjalankan usaha ini. Kamu tidak perlu menyetok persediaan pada sistem dropship karena kamu hanya perlu meneruskan pembelian kepada supplier. Supplier lah yang akan mengurus semuanya mulai dari packing hingga pengiriman barang.

  1. Sistem Kerja

Ditinjau dari sistem kerjanya sangat terlihat perbedaan diantara reseller dan dropship. Alur sistem dropship adalah menyediahan sejumlah uang sebagai modal untuk menjalankan usaha. Dimana uang tersebut digunakan untuk membeli barang yang akan dijual kembali. Pada sistem reseller kegiatan packing produk dan pengirim dihandle sendiri. Sedangkan dropship hanya fokus pada pemasaran untuk menarik minat konsumen. Selebihnya jika ada banyak konsumen yang tertarik dengan produk yang ditawarkan maka dropshipper akan meneruskan order tersebut kepada supplier dan supplier akan melakukan pengemasan dan pengiriman produk ke alamat konsumen.

  1. Mekanisme Stok Barang

Perbedaan berikutnya terkait dengan mekanisme stok barang dimana reseller dalam hal ini melakukan kegiatan pembelian produk lalu menjualnya kembali sehingga reseller melakukan stok barang terlebih dahulu. Bedanya dengan dropship disini adalah dropship tidak melakukan stok barang. Dropship hanya melakukan pemasaran dengan memasang foto produk yang ia jual.

  1. Mekanisme Pemasaran

Ditinjau dari segi mekanisme pemasarannya reseller dapat melakukan pemasaran secara online dan offline. Ini dikarenakan reseller menyetok barang sehingga reseller dapat memberikan informasi atas wujud barang yang ia jual. Sedangkan dropship hanya bisa melakukan pemasaran secara online saja mengingat pada sistem dropship tidak memiliki persediaan yang ia timbun untuk dijual.

  1. Kelebihan Keduanya

Kelebihan Reseller :

  • Dapat memberikan informasi barang yang dijual dengan sedetail mungkin kepada konsumen
  • Dapat menawarkan produk secara langsung kepada konsumen
  • Konsumen cenderung percaya karena ada wujud fisik barangnya yang akan dibeli konsumen
  • Penjualan dapat dilakukan secara online dan offline

Kelebihan Dropshiper :

  • Tidak membutuhkan modal dalam menjalankan usaha
  • Dapat menjual sebanyak-banyaknya ragam produk yang ingin ditawarkan ke konsumen
  • Jam kerja fleksibel
  • Tidak kesusahan memikirkan masalah packing produk dan pengiriman
  1. Kekurangan Keduanya

Kekurangan Reseller :

  • Reseller membutuhkan modal besar untuk memulai usaha
  • Risiko barang tidak terjual atau rusak ditanggung sendiri
  • Direpotkan dengan urusan packing barang dan pengiriman
  • Membutuhkan tempat untuk menyimpan produk

Kekurangan Dropshiper :

  • Kurangnya kepercayaan konsumen karena barang tidak bisa dilihat secara fisik
  • Keuntungan tidak terlalu besar
  • Risiko kemungkinan pembatalan order oleh konsumen
  • Disibukkan dengan urusan no resi yang harus dikirim ke konsumen
  1. Layanan Konsumen

Perbedaan layanan konsumen yang diberikan pada reseller pada dasarnya sama seperti pedagang pada umunya. Pelayanan yang dapat diberikan oleh sisitem penjualan reseller dapat berupa menerima order, komuniksi dua arah oleh pembeli dan penjual, mengatur kegiatan packing dan pengiriman sendiri. Sedangkan dropship sendiri memberikan layanan berupa komunikasi antara konsumen dan penjual sehingga penting dalam hal ini bagi seorang dropship untuk memberikan komunikasi yang baik kepada konsumen.

Nah setelah kita mengetahui perbedaan reseller dan dropship diatas maka kamu dapat menentukan mau jadi reseller atau dropship. Kalau saran kita jika saat ini kamu masih kekurangan modal untuk menjadi reseller maka kamu sebaiknya jadi dropshiper dulu. Nanti kalo udah modalnya cukup dan konsumen kamu udah banyak baru kamu bisa jadi reseller. Mungkin kurang lebihnya itu yang dapat kita share ke kalian para pejuang olshop. Semoga bermanfaat ya 😊

Previous Post Next Post

Berkomentarlah secara wajar dan sesuai dengan topik didalam artikel, jangan mengirim link spam pada kolom komentar.

Post a Comment (0)

Ad Blocker Detected

Tolong matikan adBlock anda karena hanya iklan yang membuat kami semangat menulis